Kamis, 13 Oktober 2011
Novel Ketika Cinta Bertasbih Episode 1 Full bab 1-30 only 1.9MB.pdf - 4shared.com - berbagi-pakai dokumen - unduh - Novel Ketika Cinta Bertasbih Episode 1 Full bab 1-30 only 1.9MB.pdf
Novel Ketika Cinta Bertasbih Episode 1 Full bab 1-30 only 1.9MB.pdf - 4shared.com - berbagi-pakai dokumen - unduh - <a href="http://www.4shared.com/document/tBeIu9wu/Novel_Ketika_Cinta_Bertasbih_E.html" target="_blank">Novel Ketika Cinta Bertasbih Episode 1 Full bab 1-30 only 1.9MB.pdf</a>
Senin, 23 Mei 2011
kumpulan puisi : Esyief Be Aesy oleh syamsul qodri al falaky
Puisi : Esyief Be Aesy
CITA CITA YANG SIRNA
Lihat,
lelaki itu
baringkan tubuhnya di balik sarung tua
matanya berkaca
hatinya terbang tembusi cakrawala.
ia sedang mencari cita-citanya
ia sedang mengejar cita citanya
yang tlah sirna dibajak masa
Dulu,
ketika ia masih muda
ingin kembangkan bakatnya
menggores pena
menggambar maya
menulis kata susastera
Dulu,
ketika lengannya kekar bardaging menggumpal
ia ingin berkelana
njajah desa milang kori
panjati tebing
turuni ngarai
Tapi,
semua itu sirna
tinggal sisa sia kecil
yang ia simpan
dalam saku bajunya
dalam saku celananya
dalam sudut sudut kamarnya
sebagai kenangan
di balik kenangan.
kasihan.
***
mei duaribu sebelas.
Jumat, 28 Januari 2011
Humor
Dunia penuh ketegangan. Dari dunia kecil diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa sedang terancam tanpa tawa dan tanpa senyum. Pimicunya sangat kompleks. Tidak dapat diurai satu persatu. Tapi yang paling dominan membuat orang tidak dapat tertawa dan tersenyum ialah masalah ekonomi yang akut.
Pada hal, wajah kita secara otomatis akan berubah ketika senyum dan tawa menghias di wajah. Tampak berbeda dan semua berubah jadi begitu indah, cantik dan menawan. Senyum dan tawa yang kita ekspresikan juga selalu akan membuat dunia di dalam diri maupun di luar diri merasakan dampaknya. Keceriaan kita akan menjadi keceriaan sekitar kita, dan keceriaan sekitar kita akan semakin menambah keceriaan kita.
Buatlah dunia tersenyum dan tertawa melalui senyum dan tawa kita. Kembangkan Sense of Humor yang berkualitas. Tanggapilah banyak hal tidak hanya dengan keseriusan dan kerutan dahi. Sense of humor yang berkualitas adalah kemapuan untuk tertawa pada saat yang tepat untuk tertawa, dan mampu menahan diri untuk tidak tertawa pada saat yang tepat pula. Sense of humor yang berkualitas adalah kemampuan memilah seluruh rangkaian kehidupan dan menanggapinya dengan rasa syukur. Menambah sukacita pada semua yang indah dan menanggapi dengan bijak untuk semua yang tampak sulit tanpa harus sulit tersenyum dan tertawa.
Garrison Keillor pernah berkata: “Tuhan menulis banyak cerita lucu dalam hidup ini. Masalahnya adalah aktor yang ‘dipakai’Nya tidak tahu bagaimana memainkan cerita lucu tersebut. Manusia selalu mengeluh dalam hidupnya padahal ada begitu banyak hal yang dapat ‘disyukuri’ dan ‘ditertawakan’ bersama.
Membuat dunia ini tertawa dapat dimulai dari diri kita sendiri untuk belajar tersenyum dan tertawa. Lihat dan alamilah berbagai pengalaman hidup. Maka akan terlihat perjalanan hidup kita bukanlah rangkaian gambar-gambar kecil yang terpisah satu dengan yang lain. Mulailah menempatkan potongan-potongan kecil pengalaman itu seperti keping-keping puzzle. Susunlah keping demi keping dan nantikanlah hasilnya. Bersiaplah untuk menikmati semua susunan keping itu dalam sebuah gambar besar yang utuh, maka kita akan tersenyum dan tertawa. Kita tertawa karena saat kita tidak menyusun dengan baik terlihat gambar yang aneh. Kita juga akan bahagia saat semua gambar yang tersusun terselesaikan dengan baik sehingga kita menjumpai keutuhan gambar besar.
Itulah sense of humor dalam hidup ini: tersenyum dan tertawa ketika menyadari kekeliruan kita, dan dengan cepat kita merubah serta memperbaikinya, tersenyum dan tertawa ketika kita mampu menjalaninya dengan tepat dan benar.
Jika kita mampu melakukannya, maka hari-hari yang kita jalani menjadi lebih menyenangkan dan mendatangkan kegembiraan. Kita berhasil menjadi aktor yang memainkan cerita lucu, hidup jauh dari keluh kesah dan dekat dengan rasa syukur. Buatlah dunia sekitar kita menjadi dunia yang mampu tertawa melalui senyum dan tawa kita bagi mereka. Kemudian nikmatilah kebahagiaannya bersama-sama dengan mereka. Kita akan menjadi pribadi yang berbahagia ketika kita mampu menghadirkan kebahagiaan bagi sesama kita dan kebahagiaan kita akan semakin bertambah-tambah saat kebahagiaan sesama juga menyapa diri kita. Saat itulah dunia tidak lagi menjadi dunia tanpa tawa.
Pada hal, wajah kita secara otomatis akan berubah ketika senyum dan tawa menghias di wajah. Tampak berbeda dan semua berubah jadi begitu indah, cantik dan menawan. Senyum dan tawa yang kita ekspresikan juga selalu akan membuat dunia di dalam diri maupun di luar diri merasakan dampaknya. Keceriaan kita akan menjadi keceriaan sekitar kita, dan keceriaan sekitar kita akan semakin menambah keceriaan kita.
Buatlah dunia tersenyum dan tertawa melalui senyum dan tawa kita. Kembangkan Sense of Humor yang berkualitas. Tanggapilah banyak hal tidak hanya dengan keseriusan dan kerutan dahi. Sense of humor yang berkualitas adalah kemapuan untuk tertawa pada saat yang tepat untuk tertawa, dan mampu menahan diri untuk tidak tertawa pada saat yang tepat pula. Sense of humor yang berkualitas adalah kemampuan memilah seluruh rangkaian kehidupan dan menanggapinya dengan rasa syukur. Menambah sukacita pada semua yang indah dan menanggapi dengan bijak untuk semua yang tampak sulit tanpa harus sulit tersenyum dan tertawa.
Garrison Keillor pernah berkata: “Tuhan menulis banyak cerita lucu dalam hidup ini. Masalahnya adalah aktor yang ‘dipakai’Nya tidak tahu bagaimana memainkan cerita lucu tersebut. Manusia selalu mengeluh dalam hidupnya padahal ada begitu banyak hal yang dapat ‘disyukuri’ dan ‘ditertawakan’ bersama.
Membuat dunia ini tertawa dapat dimulai dari diri kita sendiri untuk belajar tersenyum dan tertawa. Lihat dan alamilah berbagai pengalaman hidup. Maka akan terlihat perjalanan hidup kita bukanlah rangkaian gambar-gambar kecil yang terpisah satu dengan yang lain. Mulailah menempatkan potongan-potongan kecil pengalaman itu seperti keping-keping puzzle. Susunlah keping demi keping dan nantikanlah hasilnya. Bersiaplah untuk menikmati semua susunan keping itu dalam sebuah gambar besar yang utuh, maka kita akan tersenyum dan tertawa. Kita tertawa karena saat kita tidak menyusun dengan baik terlihat gambar yang aneh. Kita juga akan bahagia saat semua gambar yang tersusun terselesaikan dengan baik sehingga kita menjumpai keutuhan gambar besar.
Itulah sense of humor dalam hidup ini: tersenyum dan tertawa ketika menyadari kekeliruan kita, dan dengan cepat kita merubah serta memperbaikinya, tersenyum dan tertawa ketika kita mampu menjalaninya dengan tepat dan benar.
Jika kita mampu melakukannya, maka hari-hari yang kita jalani menjadi lebih menyenangkan dan mendatangkan kegembiraan. Kita berhasil menjadi aktor yang memainkan cerita lucu, hidup jauh dari keluh kesah dan dekat dengan rasa syukur. Buatlah dunia sekitar kita menjadi dunia yang mampu tertawa melalui senyum dan tawa kita bagi mereka. Kemudian nikmatilah kebahagiaannya bersama-sama dengan mereka. Kita akan menjadi pribadi yang berbahagia ketika kita mampu menghadirkan kebahagiaan bagi sesama kita dan kebahagiaan kita akan semakin bertambah-tambah saat kebahagiaan sesama juga menyapa diri kita. Saat itulah dunia tidak lagi menjadi dunia tanpa tawa.
Tags
Kamis, 27 Januari 2011
Sejarah Legit Getuk Goreng
JIKA di Magelang terkenal dengan getuk basahnya, di Sokaraja lebih dikenal dengan kekhasan getuk goreng bersensasi manis dan gurih. Getuk unik ini terbuat dari olahan singkong (Cassava) yang dibumbui gula kelapa. Ada sejarah unik yang melatarbelakangi terciptanya makanan legit itu.
Kudapan ini ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1918 oleh Sanpirngad, seorang penjual nasi keliling di daerah Sokaraja. Pada saat itu getuk yang dijualnya banyak yang tidak laku, sehingga dia mencari akal agar getuk tersebut masih bisa dikonsumsi. Kemudian, getuk yang tidak habis dijual pada hari itu dia goreng, lalu dijualnya lagi. Ternyata, makanan baru ini justru lebih digemari oleh para pembeli.
Oleh Sanpirngad, warung tersebut diwariskan kepada Tohirin, menantunya. Di tangan Tohirin, getuk goreng mencapai masa kejayaan. Dia bahkan mampu mengubah sebuah warung nasi rames menjadi tiga buah toko getuk goreng di Sokaraja. Oleh anak cucu Tohirin, tiga toko itu dikembangkan lagi sampai akhirnya menjadi sembilan buah toko, delapan di antaranya di Sokaraja dan satu toko di Buntu Banyumas.
Di luar dinasti Tohirin, mereka pun mendirikan pusat-pusat jajanan khas Purwokerto dengan menu utama getuk goreng. Tak heran jika para penjual getuk goreng di sepanjang jalur Sokaraja-Purwokerto (Jalan Jenderal Soedirman) ini sebagian besar masih terikat darah. Sejak itulah, getuk goreng menjadi oleh-oleh khas Sokaraja.
"Getuk goreng yang sekarang banyak dijual di sepanjang Sokaraja ini tak lagi getuk yang tidak laku dijual, melainkan sengaja dibuat untuk digoreng," ujar Komar, salah satu generasi ketiga Tohirin yang membuka usaha getuk goreng dengan brand "Harum Manis" ini.
Kudapan ini ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1918 oleh Sanpirngad, seorang penjual nasi keliling di daerah Sokaraja. Pada saat itu getuk yang dijualnya banyak yang tidak laku, sehingga dia mencari akal agar getuk tersebut masih bisa dikonsumsi. Kemudian, getuk yang tidak habis dijual pada hari itu dia goreng, lalu dijualnya lagi. Ternyata, makanan baru ini justru lebih digemari oleh para pembeli.
Oleh Sanpirngad, warung tersebut diwariskan kepada Tohirin, menantunya. Di tangan Tohirin, getuk goreng mencapai masa kejayaan. Dia bahkan mampu mengubah sebuah warung nasi rames menjadi tiga buah toko getuk goreng di Sokaraja. Oleh anak cucu Tohirin, tiga toko itu dikembangkan lagi sampai akhirnya menjadi sembilan buah toko, delapan di antaranya di Sokaraja dan satu toko di Buntu Banyumas.
Di luar dinasti Tohirin, mereka pun mendirikan pusat-pusat jajanan khas Purwokerto dengan menu utama getuk goreng. Tak heran jika para penjual getuk goreng di sepanjang jalur Sokaraja-Purwokerto (Jalan Jenderal Soedirman) ini sebagian besar masih terikat darah. Sejak itulah, getuk goreng menjadi oleh-oleh khas Sokaraja.
"Getuk goreng yang sekarang banyak dijual di sepanjang Sokaraja ini tak lagi getuk yang tidak laku dijual, melainkan sengaja dibuat untuk digoreng," ujar Komar, salah satu generasi ketiga Tohirin yang membuka usaha getuk goreng dengan brand "Harum Manis" ini.
Langganan:
Postingan (Atom)

