Puisi : Esyief Be Aesy
CITA CITA YANG SIRNA
Lihat,
lelaki itu
baringkan tubuhnya di balik sarung tua
matanya berkaca
hatinya terbang tembusi cakrawala.
ia sedang mencari cita-citanya
ia sedang mengejar cita citanya
yang tlah sirna dibajak masa
Dulu,
ketika ia masih muda
ingin kembangkan bakatnya
menggores pena
menggambar maya
menulis kata susastera
Dulu,
ketika lengannya kekar bardaging menggumpal
ia ingin berkelana
njajah desa milang kori
panjati tebing
turuni ngarai
Tapi,
semua itu sirna
tinggal sisa sia kecil
yang ia simpan
dalam saku bajunya
dalam saku celananya
dalam sudut sudut kamarnya
sebagai kenangan
di balik kenangan.
kasihan.
***
mei duaribu sebelas.
tiada kata terlambat untuk belajar, asal mau belajar dari sipapun dia, walaupun dia masih muda, sebab ilmu hikmah tidak di monopoli kaum tua saja, ALLAH menitipkan hikmah-Nya kepada siapa saja yang IA kehendaki, pergunakan petunjuk sekecil apapun, bila petunjuk itu menuju jalan ALLAH, sebab orang yang telah diberi hikmah oleh ALLAH, dia mengetahui segala isi hati dan rahasia yang lainnya, maka manfaatkanlah petunjuk itu sebelum ajal tiba, sesal di akhirat tiada gunanya.
BalasHapus